Per4an™

Media Online Informasi Perjalanan | https://www.per4an.com | CCTV Online Lalu Lintas, Info Mudik, Tips & Trick Perjalanan, Radar Pesawat Terbang & Kapal Laut, Agen Bus

Wisata religi dan sejarah di kampung kauman

2 min read

Jogjakarta, kota dimana segala aspek kehidupan menyatu dan melebur. Perbedaan agama, budaya, culture seakan menjadi satu bagian yang sangat kental akan toleraansi. Nah kali ini kita akan jalan jalan ke kampung religi yang berada di pusat kota Jogjakarta. Namanya kampung Kauman, kampung ini sendiri berada di sebelah barat alun alun utara kraton Jogjakarta. Nama kauman sendiri berasal dari kata “Kaum” atau kawasan yang dahulu dibangun untuk tempat tinggal abdi dalem yang menjadi qoimuddin atau penegak agama Kraton Jogjakarta.

Kampung Kauman ini sendiri merupakan kampung dimana organisasi Muhammadiyah pertamakali di dirikan oleh Kiai Haji Ahmad Dahlan. Hingga sekarang salah satu organisasi islam  terbesar di jogja ini masih eksis di Indonesia. Nah di kampung ini kalian bisa mengeksplore beberapa tempat yang sangat bersejarah bagi kampung Kauman, Muhammadiyah, dan Kraton Jogjakarta. Lalu tempat apa saja yang dapat kalian ekplore d kampung ini?

  • Masjid Gedhe Kauman

Masjid ini sangatlah bersejarah, Masjid Gedhe Kauman dibangun oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I bersama Kyai Faqih Ibrahim Diponingrat (penghulu kraton yang pertama) dan Kyai Wiryokusumo sebagai arsiteknya. Masjid ini dibangun pada 29 Mei 1773 M. Arsitektur bangunan induk berbentuk tajug persegi tertutup dengan atap bertumpang tiga. Untuk masuk ke dalam terdapat pintu utama di sisi timur dan utara.

  • Pengulon
    Penegak agama yang disebut abdi dalem pamethakan tadi salah satunya dilakukan oleh Menurut Amos Setiadi dan Catharina Depari dalam “Perubahan Tata Ruang dan Arsitektur Kampung Kauman Yogyakarta” (2014), pengulu bertugas mengurus pernikahan, talak, rujuk, juru kunci makam, dan hukum dalam peradilan agama. Mereka tinggal sekaligus berdinas di kantor yang disebut Kawedanan Pengulon. Di Pengulon ini terdapat bangunan joglo bersejarah yang hingga kini masih berdiri kokoh.
  • Langgar KH Ahmad Dahlan

Langgar Kidul KH Ahmad Dahlan, dapat kalian temui jika kalian menyusuri Kampung Kauman sisi barat bagian selatan. Surau ini dulu kerap digunakan beribadah keluarga KH Ahmad Dahlan dan terletak dekat dengan rumah pendiri Muhammadiyah.

  • Pasar Sore Ramadhan

Para warga sekitar sering menyebut Pasar sore Ramadhan ini sebagai Pasar Tiban. Pasar ini hanya aka nada saat bulan Ramadhan saja. Kalian bisa berwisata kuliner di pasar Tiban ini, beberapa makanan khas yang di jajakan di pasar tiban ini antaralain kolak kauman, megono, gudangan, serta makanan dan jajanan pasar lainya.

Itulah keunikan kampung religi kauman yang berjarak hanya 100m dari pusat kota atau 0km Jogjakarta. Nah jika kalian ingin berkunjung ke kampung kauman ini, kalian juga bisa menggunakan fasilitas sepeda dari JogjaBike lho, caranya gampang kok, kalian cukup download aplikasi InaBike di playstore, melakukan deposit, lalu tinggal kalian sewa Sepeda dari JogjaBike dan kalian bisa menyusuri kampung ini menggunakan sepeda dari JogjaBike.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *